Senin, 05 November 2012

Thanks a lot DAD n MOM

Sepatah Kata Untuk Ayah Dan Ibu :)

Ayah-Ibu …
Tahukah ayah kalau aku bangga memiliki ayah?
Semua yang kualami saat kita bersama adalah untuk kebaikanku, hanya untuk kebaikan kita semua.
Meskipun ketika itu aku masih kecil, kita harus sama-sama bekerja karena engkau ingin kami juga bekerja. Ayah menyuruh disaat aku sedang tidak ingin disuruh, ayah membentak ketika aku bersalah dan mengatakan kesalahan-kesalahanku. Ingatkah ayah ketika menyatakan kesalahanku kepadaku seorang? Ingatkah ayah ketika ayah mengajari kami mulai membaca dan berhitung? Aku masih ingat itu. Bagiku, ayah kadang terlalu keras kepada kami. Ayah mengatakan agar kami melakukan ini dan itu padahal teman-teman kami tidak melakukan ini dan itu. Mereka bebas sebebas-bebasnya, mereka tidak bekerja, mereka bermain disaat orangtua mereka bekerja sedangkan kami? Kami harus mengikut ayah dan ibu untuk ikut bekerja? padahal kita adalah keluarga yang berkecukupan, kami tidak perlu membantu ayah ibu bekerja untuk menambah uang? Lalu ketika kami meminta untuk ikut ke pasar ayah dan ibu mengatakan lebih baik kami tinggal saja di rumah karena disana hanya akan membuat kami merasa tidak nyaman. Ketika kami ingin dibelikan mainan seperti karet gelang, ayah dan ibu tidak belikan kepada kami. Entah mengapa, menurutku ayah dan ibu punya uang untuk membelikannya, karena lauk kita lebih enak dibandingkan lauk teman-temanku yang memiliki karet gelang sekantong plastik hitam.
Lalu ibu datang kepada kami mengatakan kalau kami bisa membuat mainan sendiri, untuk menyenangkan hati kami ibu bercerita tentang masa kecil ibu, melukis menggunakan pewarna dari bunga-bunga dan daun-daun berwarna. Banyak permainan yang lebih menyenangkan daripada bermain untuk bersaing, kami bisa bermain petak umpet, tebak-tebak orang, mencari jenis-jenis daun terbanyak. Kamipun melakukannya dan rasanya tidak lebih baik bermain karet gelang. Kami melupakan semua permintaan kami.
Sejak saat itu kami tidak pernah meminta kepada ayah dan ibu, sebab kami menyerah ayah dan ibu tidak akan memenuhi apa yang kami inginkan. Kami melupakan semua permintaan-permintaan kami, karena semakin lama kami lelah bermain karet gelang, kami main petak umpet lalu beralih ke permainan lain. Selain kami menyukai permainan ini. Dalam kelupaan kami, ayah dan ibu memberikan kami tas kecil bergambar dan mainan mobil-mobilan. Wah, kami sangat bersukacita. Tidak pernah terpikir oleh kami bahwa ayah dan ibu memberikan lebih dari karet gelang.
Bagiku ini adalah kejutan luar biasa, kami meminta tetapi ayah menolak dan disaat kami tidak meminta ayah memberi, pemberian ayah lebih dari apa yang kami minta. Sesuatu yang tidak kami duga-duga. Ayah dan ibu memberikan lebih dari apa yang kami inginkan, tetapi sesuatu yang kami butuhkan yang lebih berguna. Disaat kami menginginkan tas baru, ayah dan ibu mengatakan tidak ada uang membeli tas baru karena memang tas kami masih bisa digunakan, hanya saja kami tergiur karena teman-teman memiliki tas baru mereka. Kami diam dan ayah ibu memberikan kami jam tangan yang kami sukai, lebih dari tas baru itu. Kami memiliki dua buah baju natal setiap tahunnya… itu sangat menyenangkan.
Terkadang ayah bagiku sangat menakutkan, disaat-saat ayah marah. Aku sangat benci saat-saat seperti itu. Rasanya seperti ada disebuah tempat pengasingan dimana hanya ada kesepian. Ayah diam, ibu diam dan semua tidak berani berbicara, kelu dan lengang. Bahkan masakan terenak ibu berubah seperti masakan basi. Kadang aku berharap ayah tidak melakukan hal-hal seperti itu lagi.
Ayah, tahukah ayah, bagiku. Ayah adalah pribadi yang mengagumkan disamping kemarahan-kemarahan ayah, tetapi kemarahan ayah kadang baik bagiku. Setelah aku pikir-pikir. Ayah mengasihi kami tidak dengan perkataan seperti ibu menasehati kami lemah lembut tetapi dengan perlakuan. Ayah membentak kami karena ayah percaya kami bisa melakukan apa yang ayah ingin kami lakukan dan memang setelah bentakan itu kami mampu melakukannya, tidak perlu kata-kata yang menurutnya berlebihan. Malah dengan cara keras dan disiplin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar